Jakarta (UNAS) – Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Nasional (FIKES UNAS) melaksanakan kuliah umum bertajuk “Diabetes Mellitus Issue in Indonesia and Germany” pada 8 November 2024 di Osnabrück University of Applied Sciences, Jerman. Kegiatan ini merupakan bagian dari program FIKES Goes to Europe yang bertujuan memperluas wawasan global dalam penanganan isu kesehatan, khususnya diabetes mellitus (DM).
Fokus Kuliah Umum
Kuliah umum yang disampaikan oleh Dr. Dayan Hisni dan Ns. Dwi Rohyani, M.Kep., membahas prevalensi diabetes di Indonesia dan perbandingannya dengan Jerman. Berdasarkan data, Indonesia memiliki tingkat prevalensi diabetes yang cukup tinggi, dengan sebagian besar kasus merupakan diabetes tipe 2 yang dipengaruhi oleh gaya hidup dan pola makan.
Dr. Dayan menjelaskan bahwa di Indonesia, program Chronic Disease Management Program (PROLANIS) telah diimplementasikan sebagai upaya menurunkan prevalensi DM. Program ini mencakup monitoring nutrisi, aktivitas fisik, kepatuhan pengobatan, pemantauan gula darah, dan edukasi rutin yang mengacu pada standar American Diabetes Association (ADA) dan Perkumpulan Endokrinologi Indonesia.
Pendekatan Baru dalam Penanganan Diabetes
Namun, program PROLANIS dinilai belum cukup efektif dalam memberikan dukungan holistik kepada pasien diabetes. “Pasien diabetes membutuhkan dukungan yang lebih dari sekadar pengelolaan fisik. Pendekatan nurse coaching terbukti mampu meningkatkan kesadaran diri, efikasi diri, dan penerimaan diri pasien, yang merupakan kebutuhan dasar dalam mengubah perilaku untuk mencegah komplikasi diabetes,” ujar Dr. Dayan.
Penelitian terbaru menunjukkan bahwa nurse coaching mampu meningkatkan perilaku pencegahan komplikasi DM, seperti pola makan, aktivitas fisik, kepatuhan pengobatan, dan menghindari masalah psikologis. Di Indonesia, konsep ini mulai diimplementasikan, meskipun belum diterapkan secara merata di pusat layanan kesehatan masyarakat.
Perbandingan dengan Jerman
Dalam kuliah umum, juga dibahas program-program di Jerman yang fokus pada pencegahan komplikasi diabetes. Sistem kesehatan di Jerman memberikan perhatian besar pada edukasi pasien dan pemanfaatan teknologi untuk mendukung pengelolaan penyakit kronis, yang menjadi poin pembelajaran penting bagi Indonesia.
Kolaborasi untuk Solusi Global
Kuliah umum ini diharapkan dapat memperkaya wawasan mahasiswa keperawatan dan kebidanan di Osnabrück University, sekaligus mempererat kerja sama antara UNAS dan institusi pendidikan di Jerman. Dr. Dayan menutup pemaparannya dengan harapan bahwa kolaborasi semacam ini dapat menciptakan solusi inovatif dalam penanganan isu kesehatan global, termasuk diabetes.
Kegiatan ini menjadi langkah konkret FIKES UNAS dalam menjembatani ilmu pengetahuan dan praktik kesehatan lintas negara, sekaligus mendukung pencapaian tujuan global dalam peningkatan kualitas hidup masyarakat. (***)
Bagikan :