Tingkatkan Pengetahuan Mengenai Strategi Keamanan Internasional, Prodi HI Gelar Kuliah Umum

Jakarta (Unas) – Dalam rangka meningkatkan pengetahuan mahasiswa mengenai Strategi Keamanan Internasional , Program Studi Hubungan Internasional (HI) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Nasional (Unas) menggelar kuliah umum untuk mahasiswa, di Aula Blok I Lantai IV Unas, Kamis (30/03).

Kuliah umum ini diisi dengan pemaparan materi oleh Guru Besar Bidang Ilmu Hubungan Internasional Universitas Padjajaran Bandung, Prof. Dr. Yanyan Moch Yani, MAIR, Ph.D., dan dipandu oleh Ketua Program Studi Hubungan Internasional, Dr. Irma Indrayani, S.I.P., M.Si.

Guru Besar Bidang Ilmu Hubungan Internasional Universitas Padjajaran Bandung, Prof. Dr. Yanyan Moch Yani, MAIR, Ph.D.,

Dalam paparannya, Yanyan menjelaskan mengenai Indonesia dan tantangan keamanan di Kawasan Indo-Pasifik. Ia menuturkan bahwa Indo-Pasifik adalah kawasan yang meliputi Samudra Hindia dan Pasifik. Potensi ekonomi negara di kawasan ini sangat besar.

“Saat ini kawasan Indo-Pasifik ada pertarungan pengaruh dan juga kekuasan antara China dan Amerika. Indonesia menjadi pusat perhatian di kawasan ini karena memiliki kekayaan alam yang berlimpah. Oleh sebab itu, perhatian China dan Amerika terhadap Indonesia lebih besar terhadap negara di ASEAN,” paparnya.

Yanyan melanjutkan, sistematika pembahasan Indonesia dan tantangan keamanan di kawasan Indo-Pasifik juga meliputi beberapa hal yakni kondisi geo politik Indonesia kontemporer, lingkungan strategik global, regional, dan nasional, serta implikasi strategik.

“Di sisi lain, Indonesia juga merupakan entitas besar menghadapi empat macam negara yakni negara-negara ASEAN, negara yang berkepentingan terhadap SDA termasuk perikanan, negara yang memiliki armada niaga besar, serta negara besar dalam rangka mencapai global strategi,” ucap Pria kelahiran Bandung itu.

Melihat fenomena ini, Yanyan menturkan bahwa semangat ke-Indonesiaan dalam persatuan dan kesatuan harus ditegakkan. “Negara lain di kawasan Indo-Pasifik sangat memperhatikan berbagai kebijakan di Indonesia,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni Unas, Dr. Suryono Efendi, S.E., M.B.A., M.M., mengatakan, kuliah umum ini merupakan wadah yang baik bagi mahasiswa HI untuk menggali ilmu langsung dari pakarnya.

Baca Juga :   Workshop IoT FTKI, Kenalkan Fuzzy Logic Pada Mahasiswa Tingkat Akhir

“Semoga kuliah umum ini bisa menambah wawasan mahasiswa dalam bidang Hubungan Internasional, serta membantu mahasiswa menemukan gagasannya dalam pembuatan skripsi nanti,” pungkasnya.

Turut hadir dalam kegiatan ini, Dosen Prodi Hubungan Internasional, Dr. Hendra Maujana Saragih, M.Si., Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, dan Administrasi Umum FISIP Unas, Dr. Aos Yuli Firdaus, S.I.P., M.Si., serta Kepala Biro Administrasi Umum Unas, Dr. Drs. Ian Zulfikar, M.Si. (NIS)

 

Bagikan :

Info Mahasiswa

Related Post

WEBINAR NASIONAL VOL # 2 PASAR MODAL KSPM FEB Universitas Nasional 2024
Yudisium FTKI Bekali Lulusan Dengan Melek TIK Bidang Industri dan Bisnis
Ketua PPI UNAS dan Tuan Guru Bajang Memberi Ceramah Terkait Perubahan Iklim Di Islamic Book Fair
Persekutuan Oikoumene Universitas Nasional Rayakan Paskah Dengan Suka Cita
Maknai Hari Kemerdekaan dari Berbagai Dimensi Kehidupan Berbangsa dan Bernegara
Kemenko Marves Inisiasi Penyusunan Peta Jalan SDM Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

Kategori Artikel

Berita Terbaru
Chat with Us!